SOSIALISASI PRAKTIK DZIKIR UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS JAMAAH MASJID BAITURRAHMAH KELURAHAN GUNUNG SULAH BANDAR LAMPUNG

Authors

  • Muhammad Irfan UIN Raden Intan Lampung Author
  • Ade Vera Yantika UIN Raden Intan Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.63324/eipm.3v.1i.170

Keywords:

Sosialisai, dzikir, karakter religius, jamaah masjid, pengabdian masyarakat

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahmah, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah tentang praktik dzikir sebagai sarana pembinaan spiritual dan penguatan karakter religius dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi, praktik dzikir setelah salat fardhu, serta evaluasi reflektif terhadap pemahaman dan respons jamaah. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, koordinasi dengan pengurus masjid, pelaksanaan sosialisasi, pendampingan praktik dzikir, dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jamaah memberikan respons positif terhadap sosialisasi yang dilaksanakan. Jamaah tidak hanya memahami dzikir sebagai ibadah lisan, tetapi juga sebagai upaya membangun ketenangan jiwa, pengendalian diri, kesabaran, rasa syukur, dan kedisiplinan spiritual. Luaran kegiatan ini berupa meningkatnya pemahaman jamaah tentang makna dzikir, terbentuknya kebiasaan dzikir setelah salat fardhu, serta rekomendasi pengembangan program dzikir rutin di Masjid Baiturrahmah. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan karakter religius masyarakat.

References

Ahyar, S., Nahar, S., & Arsyad, J. (2023). Community participation in shaping the religious character of mosque youth in Asahan Regency as informal Islamic education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(04), 1395–1406. https://doi.org/10.30868/ei.v12i04.6567

Amir, F., Mastutik, G., Hasinuddin, M., & Putra, S. T. (2018). Dhikr (recitation) and relaxation improve stress perception and reduce blood cortisol level in type 2 diabetes mellitus patients with OAD. Folia Medica Indonesiana, 54(4), 249–255. https://doi.org/10.20473/fmi.v54i4.10707

Badrudin, B. (2019). The management of strengthening the mosque-based religious character education. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 179–204. https://doi.org/10.21580/nw.2019.13.2.4106

Mahfud, C., Rintaningrum, R., Saifulloh, M., Wahyuddin, W., Muhibbin, Z., & Ratu, A. (2024). The role of the Manarul Ilmi Mosque in strengthening religious moderation and character education for ITS Surabaya Muslim students. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 9(1), 140–151. https://doi.org/10.25299/althariqah.v9i1.16843

Pihasniwati, P., Setiyani Subardjo, R. Y., Apriliyani, R., & Kurniadewi, E. (2024). Dzikr relaxation to decrease college student’s anxiety and increase happiness. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 10(1), 156–166. https://doi.org/10.19109/psikis.v10i1.22135

Purwanto, S., Ahmad, M., Said, Z., Anganthi, N. R. N., & Zulaekah, S. (2023). Effect of mindfulness dhikr breathing therapy for insomniacs on quality of life: A randomized controlled trial. Islamic Guidance and Counseling Journal, 6(2). https://doi.org/10.25217/0020236368800

Siswanto, A. H., & Mukaffan, M. (2024). Model of theocentric-humanistic character education development in Islamic educational establishments. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam, 15(02), 243–255. https://doi.org/10.62730/syaikhuna.v15i02.7628

Syahrul, M. (2025). The concept of humanistic education from the Al-Qur’an perspective and its relevance to character education in the era of Industrial Revolution 5.0. EDOIS: Journal of Islamic Education. https://doi.org/10.32923/f68gbw78

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Irfan, M., & Yantika , A. V. . (2026). SOSIALISASI PRAKTIK DZIKIR UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS JAMAAH MASJID BAITURRAHMAH KELURAHAN GUNUNG SULAH BANDAR LAMPUNG. EduImpact: Jurnal Pengabdian Dan Inovasi Masyarakat, 3(1), 83-92. https://doi.org/10.63324/eipm.3v.1i.170